Prediksi Final Euro 2008.

Juni 28, 2008

Sebuah pertandingan sepak bola memang sulit untuk diprediksi hasilnya.  Karena begitu banyak faktor yang dapat menentukan hasil akhir sebuah pertandingan. Sebuah tim sepakbola dapat memenangkan pertandingan dengan berbagai alasan bisa karena unggul secara teknik, bisa karena unggul secara mental, bisa karena unggul secara fisik, bisa karena strategi yang tepat, atau karena bantuan semangat dari suporternya. Makanya seorang komentator sepakbola biasanya hanya dapat meramalkan strategi yang dipakai oleh masing-masing tim, atau sekedar menjelaskan keunggulan dan kelemahan masing-masing tim. Kecuali untuk partai-partai yang tidak seimbang dimana salah satu tim memang tidak punya keunggulan apapun dibanding tim lainnya. Misalnya, Indonesia Vs Brazil atau Manchester United Vs Persija. Haha Kalau itu nenek-nenek yang sudah pikun pun sudah tau hasil akhirnya.

Adapun partai yang sulit untuk diprediksi adalah jika masing-masing tim memiliki keunggulan masing-masing atas lawannya. Ya seperti final Euro kali ini, Jerman VS Spanyol.

Jerman  unggul secara fisik dan mental dibanding spanyol. Pemain-pemainnya besar, dan tinggi serta punya keunggulan dalam keseimbangan tubuh.  Siapa yang berani meragukan kehebatan fisik dari Michael Ballack, Thomas Hitzpelger, Metzelder, Mertesacker, ataupun Klose. Soal kualitas mental Jerman rasanya saya tidak perlu menjelaskan lagi.

Sedangkan Spanyol unggul secara teknik atas Jerman. Bayangkan di lini tengah mereka punya tiga pemain dengan kualitas playmaker kelas satu.  Sebut saja  Fabregas, Iniesta, dan David Silva.  Mereka semua  punya kemampuan penguasaan bola hebat , passing satu dua akurat, ditunjang dengan visi permainan yang tajam.

Sekarang tinggal bagaimana masing-masing pelatih mengantisipasi keunggulan lawannya melalui strategi di lapangan.

Keunggulan Jerman pada segi fisik, sebenarnya bisa diantisipasi oleh Spanyol dengan meningkatkan tempo permainan. Artinya Spanyol harus bermain cepat sepanjang pertandingan dan tidak boleh terlalu lama dalam memainkan bola. Ini untuk meminimalkan adanya kontak fisik antara pemain Spanyol dengan pemain Jerman. Mereka harus lebih banyak memainkan umpan-umpan direct ke daerah kosong dalam jantung pertahanan Jerman, sehingga kontak fisik dapat dihindarkan. Coba kita ingat-ingat lagi bagaimana gol dari Cristiano Ronaldo ke gawang Jerman pada perempat final yang lalu..

Namun bermain dengan cara seperti ini akan sulit dilakukan oleh Spanyol. Karena Jerman pun rasanya sudah mengantisipasi strategi tersebut. Mereka tim yang berpengalaman, dan tidak akan mudah terjebak oleh strategi lawan. Jerman sebisa mungkin akan bermain hati-hati, memperlambat tempo untuk memaksimalkan keunggulan fisiknya, dan akan lebih banyak menunggu Spanyol menyerang di daerah pertahanan mereka. Dua Full Backnya akan lebih banyak menunggu di belakang. Dan lima gelandangnya akan terus melakukan man marking yang ketat. Setiap pemain Spanyol pegang bola akan langsung ditebas dengan keras. Seandainya Spanyol membawa pemain-pemain yang mampu melakukan tusukan-tusukan dan punya trik-trik seperti Joaquin, mereka akan lebih mudah dalam menghadapi Jerman yang bermain menunggu. Sayangnya Luis Aragonez tidak memanggil banyak pemain sayap, dan hanya memanggil Carzola yang tidak terlalu istimewa. Kalau sudah begini, Spanyol terpaksa untuk memainkan umpan silang dari sayap, yang notabene bukan merupakan strategi andalan mereka. Di sini bukan Torres atau Villa lah yang menetukan. Tapi, Daniel Guiza yang bertipe striker murni. Namun lagi-lagi striker-striker Spanyol harus berhadapan dengan dua bek tengah Jerman yang sangat fasih untuk soal-soal antisipasi bola lambung. Spanyol akan menang jika Guiza bermain sangat luar biasa.

Lalu kapan Jerman menyerang? Mereka sudah membuktikan dalam euro kali ini sebagai tim yang paling efisien dalam memanfaatkan peluang. Rasanya seorang Miroslav Klose yang punya lompatan maut sudah cukup untuk mengelabui seorang Carlos Puyol yang cebol dan sering panik dalam mengantisipasi umpan silang. Ah belum lagi kalau saya bicara Michael Ballack, Lukas Podolski, atau Schweinsteiger. Semuanya punya tendangan keras, dan sundulan yang dahsyat. Jerman akan mencetak gol pada saat-saat yang paling tidak diduga oleh Spanyol. Mereka sudah terbiasa bermain seperti itu.

Pemain Kunci :

Spain : Iker Casillas, Daniel Guiza

Jerman : Lukas Podolski, Miroslav Klose.

Skor Akhir : Jerman 1-0 Spanyol.


Perihal Ahmadiyah

Juni 13, 2008

Pro kontra kasus Ahmadiyah terus berlanjut, walaupun Pemerintah telah menerbitkan SKB berkaitan dengan Jamaat Ahmadiyah Indonesia. Rasanya kepala ini mau pecah, melihat kontroversi yang terjadi. Masalah ini memang bukan masalah yang sederhana karena menyangkut keyakinan dalam diri seseorang. Agama Islam adalah agama yang sudah ada dan diakui ajarannya secara umum di dunia sejak abad 6 M. Ajaran akidahnya sudah sangat jelas dan tidak dapat dirubah-rubah semaunya, yaitu Allah sebagai Tuhan yang Esa yang menurunkan wahyu kepada rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad S.A.W. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, Allah telah tegas-tegas mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir. Oleh karena itu sebenarnya sangat wajar jika mayoritas Umat Islam di Indonesia sangat tersakiti hatinya jika ada pihak-pihak yang mengaku sebagai Nabi dalam konteks agama Islam, atau pihak-pihak yang mengaku Islam namun beriman kepada Nabi baru setelah Muhammad. Dan ini terjadi dalam kasus Ahmadiyah. Organisasi ini mengakui bahwa Mirza Gulam Ahmad sebagai utusan Tuhan setelah Nabi Muhammad. Jelas saja umat Islam menjadi resah dan merasa terjadi penistaan terhadap agama Islam yang sudah jelas dan terjaga kemurnian akidahnya selama ribuan Tahun, namun tiba-tiba oleh Ahmadiyah (dalam konteks organisasi) dibuat menjadi serba buram dan tidak pasti.

Ini berbeda kalau gerakan Ahmadiyah ini menyatakan sebagai agama baru, bukan Islam, bukan Kristen, dan bukan agama-agama lainnya. Ini tidak jadi soal. Misalnya, saya sebagai orang Islam tidak mengakui  Yesus  sebagai  Tuhan  tapi sebagai Nabi.  Apakah  itu bukan penistaan terhadap agama kristen?  iYa kan.

Tapi apakah umat Kristen lantas marah terhadap saya? Tidak, karena saya mengaku beragama Islam. Ini ajaran dalam agama Islam. Berbeda misalnya kalau saya bilang saya ini kristen dan saya bilang di depan umum, di depan media massa bahwa Yesus bukan Tuhan. Saya akan langsung dipukuli oleh milyaran umat Kristen di seluruh dunia. Karena saya menghina kemurnian akidah mereka. Lalu bagaimana kalau saya, misalnya sebagai seorang Islam, dalam hati kecil saya dan tanpa berkoar-koar di depan media massa merasa bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang nabi,  melainkan manusia biasa. Tapi ini hanya keyakinan dalam diri saya saja, dan saya tidak pernah mengajak-ngajak orang untuk mengikuti isi hati saya. Apakah saya salah menurut hukum? Apakah umat Islam berhak memaksa saya untuk mengikuti ajaran yang sudah ada? Tidak kan, karena ini hanya sebatas keyakinan, dan bukan soal penodaan agama.

Jadi intinya seperti itu, selama ada orang yang punya keyakinan berbeda dengan suatu ajaran Agama yang sudah jelas akidahnya, bahkan jika ia menyembah Syetan sekalipun, namun ia tidak menghasut orang untuk mengikuti ajaran agamanya, tidak pula meyebarkan ajarannya di depan media massa. Maka orang tersebut berhak untuk terus menjalankan keyakinannya. Ini baru namanya soal keyakinan. Dan tidak ada seorangpun berhak untuk menganggu pelaksanaan keyakinan orang itu. Tidak juga Negara.

Tapi jika ada orang-orang yang mengaku beragama Islam yang sekali lagi telah jelas akidahnya, meyakini bahwa ada rasul baru setelah Nabi Muhammad, kemudian ia tidak hanya sekedar meyakini saja tapi juga menyebarkan ajaran itu, dan menyatakan di media massa bahwa mereka beragama Islam namun mengakui adanya Nabi baru, ini namanya penodaan agama dan termasuk perbuatan pidana dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Sekali lagi saya katakan lain halnya, jika Ahmadiyah tidak menyatakan sebagai Islam, tapi menyatakan sebagai agama baru. Kalau hal ini sama saja dengan perbedaan ajaran antara Kristen dan Islam atau Islam dengan Yahudi dan itu sah-sah saja. Tidak akan membingungkan, meresahkan, atau menyakiti salah satu umat.

Bagaimana solusinya?

Ya mudah saja, revisi SKB, bubarkan organisasinya, jerat para pemimpinnya  dan penyebar ajarannya dengan Pasal 156a tentang penodaan agama, lantas biarkan saja mereka-mereka (bekas pengikut Ahmadiyah) yang sebatas meyakini ajaran Ahmadiyah tapi tidak menyebarkan ajarannya.  Jangan hakimi keyakinan yang sudah terlanjur ada pada diri para  pengikut Ahmadiyah, dan jangan pula kita  bertindak anarkis terhadap mereka selama mereka sekedar meyakini ajarannya.

Kesimpulannya adalah ada perbedaan substansi antara kebebasan untuk meyakini suatu agama atau kepercayaan tertentu yang dijamin oleh UUD 1945 dan perihal penodaan agama yang diatur dalam KUHP. Perlu ketegasan dari Pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini. Tapi intinya adalah :

1. Tindak tegas para pendusta agama.

2. Lindungi orang-orang yang sekedar punya keyakinan berbeda dengan golongan mayoritas.

3. Tindak tegas para pelaku kekerasan, apapun alasannya.

Meminjam kata-kata GusDur, gitu aja kok repot……


Mahasiswa vs Polisi : hanya karena kebuntuan komunikasi…

Mei 28, 2008

Kenaikan BBM ternyata menimbulkan berbagai polemik di masyarakat. Ada yang pro ada yang kontra, seperti biasa ini kan yang selama ini diidamkan Bangsa kita. Kebebasan berpendapat dan menyuarakan aspirasi asal itu semua dalam koridor hukum yang berlaku. Negara kita ini negara hukum toh.. Bukan Negara Barbar.. Yah seperti yang sudah kita lihat di media massa, mahasiswa pada awalnya menyuarakan aspirasinya dengan damai. Di jakarta, di Jogja, di Manado, di Surabaya para mahasiswa turun ke jalan. Dengan damai tentunya. Itu semua terjadi sebelum Pemerintah menaikkan harga BBm secara resmi. baru hanya sekedar siap-siap menaikkan istilahnya. Sampai akhirnya, sesuatu yang tidak diharapkan itu datang juga. Pemerintah akhirnya secara resmi menaikkan BBM dan akan melaksanakan pembagian BLT.

Ah, saya tidak ingin meributkan lagi, apakah BBM itu harusnya naik atau tidak? Saya bukan orang pintar, saya hanya rakyat biasa. Pemerintah lah yang harusnya tahu apakah BBm perlu naik atau tidak..

Yang terjadi selanjutnya adalah mahasiswa mulai melakukan demonstrasi yg sifatnya anarkis dan sudah di luar koridor hukum.. Mahasiswa bakar ban dijalan. Jalan ditutup seenaknya. Maksud hati ingin membela kepentingan rakyat, tapi kenyataannya justru merugikan masyarakat.. Tapi, sebagai seorang mahasiswa juga, saya mengerti sekali mengapa mereka begitu marah dengan kebijakan Pemerintah yang terkesan seenaknya sendiri.. Sebagai mahasiswa, kita dituntut oleh masyarakat untuk selalu bersikap kritis terhadap kebijakan Pemerintah. Kita ini agen perubahan.. Kita ini ibarat termometer masyarakat.. Kalau masyarakat panas, kita juga ikut panas.. Itulah yang selama ini para mahasiswa rasakan dan itu telah merasuk ke dalam hati sanubari para mahasiswa..Oleh sebab itulah para mahasiswa turun ke jalan, meminta Pemerintah menoleh kan sedikit pandangan ke arah mereka.. Sayang seribu sayang selama ini Pemerintah tidak pernah mau mendengarkan teriakan-teriakan para mahasiswa.. Para mahasiswa itu bisa kok diajak berdialog.. Diberi tahu dengan jelas mengapa BBM harus naik? Mengapa program BLT harus dilaksanakan? Bayangkan jika jubir presiden yang namanya Andi Malarangeng itu turun ke jalan, datangi mahasiswa dengan baik-baik, ajak mereka berdialog, rangkul mereka, posisikan mereka sebagai intelektual…? Mahasiswa akan merasa dihargai pendapatnya, dan mungkin malah akan mendukung Pemerintah.. Tapi kan kenyataannya tidak.. SBY hanya mengumumkan kenaikan BBM secara resmi dan terlalu formal sifatnya. Terlalu normatif dan terkesan cuek dengan polemik yang sudah terjadi. Belum lagi media massa yang dalam berita-berita yang mereka siarkan sifatnya hanya seperti mengadu domba antara Pemerintah dengan rakyat.. Media tidak pernah memberikan solusi. Tidak juga berusaha menenangkan rakyat, justru terus membesar-besar kan polemik yang ada demi keuntungan mereka sendiri.. Supaya beritanya laku. Supaya iklan deras mengalir.

Kalau sudah begini yang terjadi adalah kebuntuan komunikasi.. Mahasiswa semakin marah. Sudah tidak pernah diajak ngomong, berdialog sama Pemerintah.. Di buat semakin panas lagi oleh media. Mereka jadi merasa tidak punya jalan lain selain bersifat anarkis.. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? SBY malah memerintahkan para polisi untuk bersikap tegas kepada para mahasiswa yang bersikap anarkis..

Bayangkan jika seorang anak kecil yang ngambek minta dibelikan mainan, tapi Ibunya nyuekin anak itu dan tidak pernah menjelaskan bahwa ia tidak punya cukup uang untuk beli mainan.. Lantas si anak terus merengek.. Tapi si ibu malah menyuruh pembantunya untuk menjewer anak itu.. Apa yang terjadi? Ya jelas si anak itu akan melampiaskan amarahnya kepada si pembantu…. Pembantu juga akan kesal kepada si anak, karena dia hanya menjalankan perintah si Ibu.. Lantas lagi, si ayah malah manas-manasi si anak dan pembantu untuk terus bertengkar.. Gila kan?

Nah, persis seperti itulah yang terjadi beberapa hari ini.. Terjadi kebuntuan komunikasi antara Pemerintah dan Mahasiswa…Hanya karena pemerintah yang bersikap cuek dan tenang-tenang saja.. seolah-olah mahasiswa hanya segerombolan orang bodoh yang bisanya cuma berteriak-teriak saja, jadi tidak perlu diajak berdialog..

Sekarang polemik terus bergulir.. Mahasiswa vs Polisi. dua-duanya sama-sama rakyat Indonesia. Diperkeruh lagi sama media yang kemarin masih membela mahasiswa karena Polisi masuk kampus UNAS. Dan hari ini membela Polisi karena ada polisi yang ditendangi mahasiswa Moestopo.. Entah besok media akan membela siapa.. Mereka akan berdalih, bahwa kami media massa hanya menyajikan realita yang ada.. Bull shit.

Entah apa yang terjadi esok? entah bagaimana ending dari semua polemik ini? Semua serba buram..


Mereka bilang, saya monyet !: Curahan Hati Djenar?

Mei 24, 2008

Djenar Maesa Ayu benar-benar seorang seniman sejati. Dia baru saja berhasil membuat sebuah film yang merupakan adaptasi dari 2 cerpennya terdahulu, berjudul mereka bilang saya monyet.
Film ini bercerita tentang seorang penulis cerita anak-anak bernama Ajeng (Titi Syuman) yang punya masa lalu kelam. Pada suatu saat, Ajeng memutuskan untuk berhenti menjadi penulis anak-anak, dan mulai mencoba untuk menulis cerita dewasa. Adegan-adegan dalam film ini dipenuhi dengan flash-back yang menceritakan kejadian-kejadian ketika ajeng masih kecil yang mempengaruhi kepribadian ajeng dewasa. Masa kecil ajeng sangat buruk, karena ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Ayahnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berganti-ganti wanita dan mengabaikan ibunya. Hal tersebut membuat ibu Ajeng (Henidar Amroe) harus membesarkan Ajeng sendirian. Ia menjadi penyanyi terkenal dan segera berkenalan dengan seorang lelaki (Bucek)yang dijadikan simpanan olehnya. Lelaki simpanan ibu Ajeng ini kemudian digambarkan seringkali melecehkan Ajeng.
Satu hal yang cukup unik dari film ini adalah bagaimana Djenar menggambarkan adegan pelecehan seksual yang dilakukan oleh lelaki simpanan Ibu Ajeng terhadap Ajeng dengan cara metafora. Adegan digambarkan dengan lintah yang masuk ke dalam bak mandi ketika ajeng sedang berendam dan seketika air berubah warna menjadi merah darah. Belum lagi narasi dari Ajeng dewasa yang muncul sesekali menceritakan bahwa ibunya memelihara seekor lintah yang dipelihara dalam kandang.
Ajeng dewasa digambarkan sebagai seorang yang dikejar-kejar oleh bayangan masa lalu yang kelam dan gelap. Ia sangat membenci ibunya karena selalu melampiaskan kekesalannya kepada Ayah Ajeng terhadap Ajeng kecil (Ibunya seringkali memanggil Ajeng dengan sebutan monyet),namun sekaligus menyayanginya karena ia sendiri mengerti bahwa ibunya tidak akan bersikap begitu kalau ayahnta tidak meninggalkannya. Ajeng dewasa kemudian berhubungan dengan dua lelaki sekaligus, satu seorang penulis senior (Ray Sahetapy), satu lagi seorang Bos ( Joko Anwar) yang membayar sewa apartemen djenar. Djenar bermaksud menunjukkan bahwa itulah balas dendam dari Ajeng terhadap kaum lelaki yang telah menghancurkan masa lalunya. Ajeng dewasa bebas untuk memilih pria yang disukainya dan dapat dimanfaatkannya.

Saat saya menonton film ini saya merasa seolah-olah film ini seperti sebuah curahan hati dari seorang djenar maesa ayu. Bagaimana tidak,digambarkan dalam film tersebut, tokoh ajeng dewasa akhirnya berhasil menulis cerpen berjudul lintah dan tiba-tiba menjadi terkenal.
Bukankah Djenar juga pernah menulis cerpen berjudul lintah? Yah, tapi mungkin saja ini hanya sebuah kegelisahan seorang djenar yang notabene seorang feminis. Mungkin saja ia cuma ingin menunjukkan realita yang sudah ada sejak dahulu dimana wanita selalu dijadikan obyek seksual kaum lelaki dan justru dijadikan kaum yang terpinggirkan/termarjinalkan dalam masyarakat, bukannya dibela hak-haknya.

Ada suatu adegan yang cukup “kena” dan dapat” dimana pada saat Ajeng dewasa bertemu dengan pacarnya yang penulis senior di sebuah kafe. Si pacar meminta pemain piano di kafe tersebut untuk memainkan lagu untuk dipersembahkan kepada Ajeng yang telah berhasil menulis cerpen dewasa pertamanya. Lantas kamera bergerak ke arah pengunjung satu ke pengunjung lainnya yang semuanya menggunjingkan Ajeng dimana mereka menganggap Ajeng bahwa kesuksesannya menulis sebuah cerpen adalah berkat bantuan pacarnya yang merupakan penulis seniornya.

Satu pesan yang hendak disampaikan oleh Djenar adalah bahwa setiap orang selalu menghakimi orang lain padahal tidak tahu apa-apa tentang orang yang dihakimi tersebut. Dan seringkali itu menimpa setiap wanita.

Sehabis menonton film ini, saya jadi teringat dengan keadaan sosial di seluruh belahan dunia saat ini dimana sosok wanita selalu saja jadi sosok yang dapat ditindas, dieksploitasi, sekaligus dihakimi, dan dikriminalisasi, bukan saja oleh kaum lelaki tapi juga kaum wanita sendiri.
Ambil contoh di Indonesia saja, ketika Dewi Persik dicekal. Bayangkan seluruh pihak, mulai dari bupati, tokoh agama, para ibu-ibu melakukan demonstrasi mengecamnya sebagai orang yang menghancurkan moral bangsa. Bayangkan stigma dijatuhkannya kepadanya begitu saja tanpa ada satu pun orang yang membelanya.
Mengapa para ibu-ibu yang cemburu karena suami-suaminya lebih suka menonton goyangan dewi persik tidak menyalahkan para suami mereka sendiri tapi menimpakan semua kemarahannya kepada Dewi Persik?. Apa Dewi Persik pernah memaksa kepada semua orang untuk menonton goyangannya?
Hah, tapi mau gimana lagi? emang sudah seperti itu realitanya…

Btw, good work Djenar! Setidaknya anda telah berhasil membuat film yang “berisi”, walau pun menonton film tersebut butuh banyak kesabaran karena adegan2nya terlalu fokus pada hal-hal yang itu-itu saja dalam arti tidak dinamika dan pergerakan dalam skenarionya jadinya ya begitu membosankan dan monoton. Tapi saya cukup paham kok, anda kan hanya ingin menyampaikan realita yang ada.


Glory..glory.. Man Utd

Mei 22, 2008

Musim 2007-2008 ini tak bisa dipungkiri lagi adalah milik Manchester United setelah  mereka berhasil mengalahkan Chelsea lewat adu penalti dalam pertandingan final liga champions yang begitu dramatis. Gelar ini melengkapi gelar juara liga premier inggris yang telah diraih satu minggu sebelumnya. Benar-benar satu musim yang membuat seluruh fans MU di seluruh dunia puas dan bahagia, termasuk saya tentunya. Menurut saya ada beberapa kunci yang membuat MU begitu superior musim ini.

Komposisi Pemain

Dari segi komposisi pemain, kekuatan MU musim ini ada pada lini depan dan belakang. Kedua lini tersebut menjadi kunci pada dua kompetisi yang berbeda. Lini depan memegang kunci pada kompetisi liga inggris. Komposisi pemain depan MU musim ini terdiri dari Christiano Ronaldo, Wayne Rooney, Carlos Tevez. Mengapa Ronaldo saya anggap sebagai pemain di lini depan? Kalau kita lihat permainan Ronaldo di liga Inggris musim ini, dia lebih banyak beroperasi sebagai penyerang sayap untuk melaksanakan serangan balik kilat khas MU. Dia tidak banyak mengumpan, atau memberi assist. Dan justru menjadi topskor di liga Inggris dengan 31 gol. Banyak pihak yang menyebut dia adalah pemain sayap. Itu juga tidak salah. Tetapi khusus di liga Inggris dia lebih cocok disebut penyerang sayap.
Lalu ada Wayne Rooney dan Carlos Tevez. (Louis Saha buat saya tidak memberikan kontribusi untuk musim ini, karena cedera sepanjang musim)
Pada awal musim, sebenarnya saya sempat meragukan komposisi lini depan MU, karena kesamaan karakter antara wayne rooney dan carlos tevez. Keduanya bukan penyerang murni yang selalu beroperasi di kotak penalti seperti Nistelrooy, Barbatov atau Torres. Bandingkan dengan komposisi MU musim lalu, dimana masih ada Henrik Larsson, Solskjaer, serta Saha yang belum cedera. Namun, ternyata komposisi yang ada ini sudah cukup untuk menguasai (lagi) Liga Inggris. Semua itu bisa terjadi karena performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Christiano Ronaldo. Yah, rasanya saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar bagaimana Ronaldo bermain di Liga Inggris. Dia punya semua yang dibutuhkan untuk menjadi penyerang hebat di Liga Inggris. Dia sangat cepat, licin, punya akselerasi luar biasa, dan mampu menyelesaikan peluang sekecil apa pun. Wayne Rooney dan Carlos Tevez ternyata juga mampu menjadi pasangan yang serasi. Mereka hebat dalam melakukan umpan satu-dua cepat untuk membuka peluang. Jika dibandingkan dengan klub-klub pesaing, jelas MU juga lebih unggul. Liverpool hanya mengandalkan Fernando Torres. Peter Crouch hanya baik untuk momen-momen tertentu. Dirk Kuyt lebih banyak beroperasi sebagai sayap kanan. Dan Babel baru beradaptasi dengan liga inggris. Arsenal juga begitu, hanya mengandalkan Adebayor. Van Persie dan Adebayor cedera sejak pertengahan musim. Bertner baru beradaptasi dengan Liga Inggris. Sedangkan Chelsea mungkin klub yang paling gagal dalam belanja pemain musim ini, kalau kita lihat permainan Anelka dan Pizarro.
Adapun lini belakang memegang kunci pada kompetisi Liga Champions. Komposisi lini belakang MU musim ini sebenarnya tidak luar biasa, namun mengalami perkembangan yang cukup pesat jika dibandingkan musim lalu. Terdiri dari Wes Brown, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Gerrard Pique, John Oshea. Duet tembok Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic menjadi kunci dari hebatnya performa lini belakang MU musim ini. Merka sama-sama kuat, punya keseimbangan tubuh hebat, tehnik defense kelas dunia, dan mental yang tangguh. Di Liga Inggris, mereka tidak terlalu kesulitan karena ketimpangan kualitas yang besar antara MU dan klub-klub lainnya. Paling-paling mereka sedikit bekerja keras jika berhadapan dengan Chelsea, Arsenal, dan Liverpool. Nah, di Liga Champions peran Rio dan Vidic mulai terasa sejak kompetisi memasuki babak knock-out. Seringkali MU berada dalam kondisi tertekan ketika berhadapan dengan Lyon, Roma, Barcelona, dan Chelsea karena lini tengah tidak mampu mengontrol permainan dan menjaga tempo. Namun klub-klub tersebut tetap saja tidak mampu mencetak gol karena duet Rio-Vidic selalu menutup dan menggagalkan peluang-peluang yang ada. Tentu saja saya tidak dapat mengabaikan peran kiper Edwin Van Der Sar yang hebat dalam penempatan posisi. Serta Wes Brown dan Patrice Evra yang matang pada saat yang tepat.

segi taktik

Di Liga Inggris, musim ini MU tidak mengalami kesulitan dalam memainkan taktik dan skema permainan andalan mereka. Kita semua tahu, MU selalu bermain dengan cepat dan tidak berlama-lama dalam menguasai bola dan membangun serangan. Nah, di Liga Inggris taktik ini begitu mudah untuk dieksekusi karena memang klub-klub lain juga bermain dengan gaya yang sama, dengan kualitas pemain yang timpang. Klub-klub Liga Inggris terbiasa melakukan taktik bertahan dengan melakukan pressing dan off-side trap yang dilakukan hampir sepanjang pertandingan. Klub-klub liga Inggris tidak terbiasa dengan taktik bertahan deep seperti yang biasa dimainkan oleh klub-klub Italia. Tentu saja hal ini dengan mudah dieksploitasi dengan maksimal oleh Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez yang ketiganya punya kecepatan dan dribble speed yang luar biasa.
Di liga Champions terutama di babak-babak knock-out, taktik serangan balik cepat yang biasa dimainkan MU di liga Inggris tidak terlalu berjalan mulus. Karena klub-klub yang berhadapan dengan MU, terutama Lyon dan Barcelona sudah mengetahui rahasia untuk mematikan serangan MU. Mereka tahu MU hanya punya gelandang tengah yang kaku dan sulit berkreasi jika langsung ditekan, maka mereka pun menumpuk pemain di lini tengah, dengan 3 gelandang tengah yang punya kemampuan man marking yang hebat. Mereka juga sudah tahu MU banyak mengandalkan kecepatan dan penetrasi Ronaldo dalam menyerang, maka mereka menempatkan 4 bek mereka untuk selalu stay di lini belakang dan tidak melakukan jebakan off-side. Alhasil MU tidak terlalu menguasai permainan di Liga Chamnpions, namun tetap dapat meraih kemenangan. Disinilah lini belakang MU mengambil perannya. Ketika MU dalam kondisi tertekan dan diserang terus, lini belakang MU tidak memberikan ruang yang cukup bagi pemain lawan untuk mendapatkan peluang emas. Mereka hanya dapat melakukan tendangan-tendangan dari jarak jauh atau melakukan umpan-umpan lambung yang sebenarnya tidak biasa mereka mainkan. Alhasil ketika lini tengah dan lini depan terus menyerang namun tidak kunjung dapat menciptakan gol, hal ini memancing dua bek sayap untuk ikut membantu serangan. Dan hasilnya pada saat mereka lengah, MU dapat menyerang balik lewat umpan direct yang tidak terduga.

Kejelian Pelatih.

Kemampuan Sir Alex Ferguson dalam membentuk tim dan meracik taktik MU sudah tidak perlu diragukan lagi. Dalam membentuk tim, ia selalu menyusun terlebih dahulu taktik yang akan dia gunakan untuk masa-masa yang akan datang , baru menentukan pemain yang akan dibeli. Dia tidak seperti pelatih lain yang baru memikirkan taktik dan strategi yang akan dipakai untuk musim selanjutnya pada saat transfer window dibuka.

Misalnya, dulu pada saat ia menemukan seorang David Beckham, ia segera mencari pemain yang handal dalam melakukan heading, dan pilihan jatuh kepada Dwight Yorke, lalu Van Nistelrooy. Ketika Becks pergi dan Ronaldo masuk, ia segera menjual Van Nistelrooy pada musim selanjutnya, karena ia tahu Ronaldo bukan seorang “pelayan” seperti Becks. dan Van Nistelrooy tidak cocok jika bermain dengannya. Tentu saja ia memilih untuk mengutamakan Ronaldo karena ia masih muda dan punya prospek yang cerah. Maka ia pun mencari pemain yang dapat mengimbangi permainan cepat Ronaldo,didatangkanlah Wayne Rooney pada musim 2004 dan Carlos Tevez pada musim ini. Jadi artinya komposisi, bentuk, strategi MU pada musim ini sudah tergambar dalam otaknya pada 2-3 musim yang lalu, dan komposisi tim saat ini tidak akan banyak berubah sampai 4-5 tahun ke depan (kecuali giggs, saha yang kemungkinan akan pergi). Setiap MU bermain sepanjang musim ini , ia selalu menentukan strategi yang sudah “sempurna” dari awal dan jarang merubah arah dan gaya permainan di tengah-tengah pertandingan. Yang dia lakukan hanya mengganti pemain dan uniknya dia selalu punya pemain yang jadi super-sub. Dulu dia punya Solskjaer, sekarang dia punya Fletcher, yang beberapa kali menciptakan gol penting dan Park Ji Sung yang terkadang menjadi pemecah buntunya serangan.

Harmonisnya kondisi tim

Semua pemain yang berada dalam first team musim ini bisa dikatakan memiliki perannya masing-masing, dan tidak saling bersaing terlalu ketat untuk mendapat tempat utama di starting eleven. Para pemain cadangan seperti Fletcher, O’Shea, Park, Nani, Pique, Andersson tahu kapasitasnya masing-masing dan tidak pernah menuntut untuk dimainkan secara reguler. Mereka selalu tampil baik jika diturunkan. Mungkin dari awal musim Alex Ferguson telah memberi tahu peran mereka masing-masing dalam tim, dan hebatnya Ferguson mampu menunjukkan kepada mereka bahwa mereka bisa jadi penentu hasil akhir pertandingan jika diturunkan dalam kondisi yang tepat. Ini berbeda dengan klub-klub lain yang memiliki kualitas pemain yang semuanya berstatus bintang sehingga persaingan berjalan terlalu ketat. Kalau sudah begini, yang terjadi adalah konflik antar pemain itu sendiri, dan itu membuat permainan tim menjadi tidak konsisten. Barcelona bisa dijadikan contoh mengenai hal ini. Terlalu banyak pemain bintang, malah jeblok di akhir musim.

Yah ini sih cuma pendapat pribadi saya saja, bisa jadi tidak obyektif karena saya memang fans MU. Ini sekedar refleksi saja dari musim yang panjang dan mendebarkan.

Hah, saya jadi teringat lagi dengan atmosfir tadi malam saat saya menonton pertandingan final liga Champions di dixie. kami para fans MU langsung berteriak sangat keras, ketika John Terry  melebar, dan puncak kegembiraan kami adalah saat Van Der Sar berhasil memblok tendangan Anelka,kami langsung melompat-melompat, mengepalkan tangan ke atas lantas menyanyikan lagu Glory..Glory Man utd..

Glory, glory, Man United,
Glory, glory, Man United,
Glory, glory, Man United,
As the reds go marching on, on, on.

Just like the Busby Babes in Days gone by
We’ll keep the Red Flags flying high
You’ve got to see yourself from far and wide
You’ve got to hear the masses sing with pride

United! Man United!
We’re the boys in Red and we’re on our way to Wem-be-ly
Wem-be-ly! Wem-be-ly!
We’re the famous Man United and we’re going to Wem-ber-ly
Wem-be-ly! Wem-ber-ly!
We’re the famous Man United and we’re going to Wem-ber-ly

In Seventy-Seven it was Docherty
Atkinson will make it Eighty-Three
And everyone will know just who we are
They’ll be singing ‘Que Sera Sera’

United! Man United!
We’re the boys in Red and we’re on our way to Wem-ber-ly
Wem-be-ly! Wem-ber-ly!
We’re the famous Man United and we’re going to Wem-ber-ly
Wem-be-ly! Wem-ber-ly!
We’re the famous Man United and we’re going to Wem-ber-ly

Glory Glory Man United
Glory Glory Man United
Glory Glory Man United
As the Reds Go Marching On! On! On!